makalah bukan masalah   Leave a comment

situasi demo

26 Agustus 2008, sebuah makalah mengutip beberapa pernyataan tentang sejarah perkembangan sejarah Kerajaan Melayu di Kalimantan Barat dipaparkan dalam Bedah Buku Fikih Melayu di kota Singkawang. Karya ini disusun oleh Hasan Karman berdasarkan kutipan dari beberapa buku, diantaranya Chinese Democracies: A Study Of The Kongsis Of West Borneo yang juga mengutip beberapa literatur dari karya-karya sejarahwan Belanda.

luka sang naga

29 Mei 2010, kutipan dari cintasingkawang.com dalam wawancaranya dengan pengusaha muda Ketua Gapeksindo Singkawang, Iwan Gunawan. Berisi seputar kritikan tentang janji spektakuler sang wako, juga menanggapi seputar tuduhan Hasan Karman yang menyatakan dirinya terlibat (pontianak post edisi 27 Mei 2010) dalam isu seputar merebaknya masalah makalah yang ditulis tahun 2008. Iwan mengatakan dia tak terlibat, dan pada dasarnya sumber literatur dari orang orang Belanda itu mungkin saja merupakan catatan kaki para pelancong yang tidak berdasarkan data lapangan.
Iwan merupakan pengkritik paling aktif dalam pemerintahan walikota Singkawang saat ini. Bahkan dalam beberapa tulisan sebelumnya dengan gamblang Iwan mengungkapkan ada mafia tanah (cintasingkawang.com 14 Juni 2009), proyek pemkot yang jatuh ke tangan pihak luar (bukan lokal~red).
28 Mei 2010, utusan Keraton Sambas, Rizal Fahrizal yang tiba di mess daerah Singkawang atas undangan KNPI Singkawang mengaku kaget dan menyayangkan tindakan yang terjadi di perempatan jalan Niaga yang terkenal dengan pelemparan patung Naga. Beliau mengatakan sedianya utusan ini datang hanya untuk meminta pertanggung jawaban makalah Hasan Karman saja. Itu saja. Setelah itu rombongan pun langsung pulang. Menurut Rizal, yang sempat singgah di tugu Naga, terasa sekali nuansa politis saat kejadian ditambah dengan adanya tuntutan mundur kepada walikota Hasan Karman. Niatan awal utusan Sambas ini memang menuntut agar wako mengklarifikasi kalimat perompakan oleh kerajaan Sambas di masa lampau, yang sebetulnya telah dipelintir oleh penjajah masa karena Kerajaan Sambas menolak membayar pajak kepada kolonial Belanda pada masa itu. Sambas merupakan salah satu pusat kerajaan Melayu yang ada sejak masa penjajahan Belanda.

antisipasi demo

Di pihak lain, menyikapi hal itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Singkawang Libertus Ahie yang ditemui di kantornya menjelaskan, jika melihat tulisan dalam makalah tersebut, memang benar berdasarkan buku karangan Yuan Bingling. “Tentu banyak orang yang tidak paham, karena ini karya ilmiyah yang tak lepas dari sejarah yang harus kita terima,” katanya didampingi Sekretaris Badan Kesbangpolinmas Kota Singkawang, Elmin.
Libertus mencontohkan dirinya yang beretnis Dayak. Suku ini terdiri dari 336 sub suku Dayak, dimana dalam sejarahnya sebelum agama Islam dan Kristen berkembang, terdapat budaya yang disebut Mengayau. Sehingga juga memumculkan sebutan sebagai suku bangsa kanibal. “Itu sejarah masa lalu yang memang tidak bisa dipungkiri. Tapi pada tahun 1776, suku Dayak berkumpul dan disana ada yang sudah memiliki agama. Mereka sepakat tidak lagi memakan manusia,” jelasnya. (kutipan singkawang.us 1 Juni 2010)
2 Juni 2010, walikota Hasan Karman menyampaikan permintaan maaf kepada Raden Dewi Kencana, Ratu Keraton Sambas lewat surat resmi yang diterima Zulfydar Zaidar Mochtar selaku peneriman mandat Keraton Sambas. Wako juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat yang telah merasa tidak nyaman dengan kejadian ini. Rencananya wako akan bersilahturahmi ke Keraton Sambas dalam waktu dekat.

sumber: singkawang.us, tribunpontianak.com, pontianakpost.com dan cintasingkawang.com

Posted Juni 3, 2010 by dani chiaputra in berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: