Atas nama cinta: Coral Castle dibangun.   Leave a comment

Atas nama cinta: Coral Castle dibangun.

Coral Castle

Menurut sumber yang pernah bertanya kepada Edward Leedskalnin, pembuat tunggal bangunan dari coral yang misterius dan terkenal itu, Setiap kali ditanya mengapa ia menghabiskan hidupnya membangun Coral Castle, Ed akan menjawab seraya tersenyum,”sweet sixteen!” 16 adalah usia tunangannya, Agnes, saat memutuskan hubungan dengan Ed. Setelah kejadian ini, Ed pindah ke Amerika dan menghabiskan 30 tahun hidupnya membangun Coral Castle.

Edward Leedskalnin lahir di Latvia, Eropa. Pada tahun 1923, Ed mulai membangun Coral Castle di Ruben Moster, Florida. Struktur bangunan terdiri dari batu-batu megalitik dengan berat rata-rata 14 tondan  ada yang mencapai 27 ton! Dan hebatnya, semua pengerjaannya dilakukan seorang diri oleh Ed.

Pada 1936, Ed memindahkan Coral Castle ke Homstead. Butuh 3 tahun untuk memindahkan semua batu-batu itu. Dan Ed menyelesaikan pekerjaannya hingga akhir hayatnya pada 1951. Struktur bangunan ini merupakan keajaiban abad 20 dimana selain Ed membangunnya seorang diri, tak ditemukan sedikitpun perekat pada batu-batu tersebut. Yang ada hanya Ed menumpuknya dan ajaibnya itu didasarkan pada pengetahuan Ed tentang rahasia Piramida dan cara-cara manusia purba di Mesir, Cina, Yucatan dan Peru mengangkat batu dengan berat berton-ton. Demikian Ed sering berkata dengan kalimat populernya ini.

Luas Coral Castle 4 hektar dengan berbagai susunan seperti dinding, ukiran, tempat duduk, meja dan gerbang yang jumlah batunya mencapai 1000 ton.  Susunan batu-batu ini begitu sempurna layaknya piramida sehingga tak dapat ditembus sinar matahari dari celahnya.

Gerbang Carol Castle

Kehebatan lain dari pekerjaan tangan Edward adalah sejumlah batu-batu vertikal yang masing-masing memiliki tinggi 2,4 meter dan membentuk perimeter di dalam kompleks Coral Castle. Batu-batu vertikal ini dipotong dengan presisi yang luar biasa hingga memiliki tinggi yang sama persis. Bukan itu saja, ketika badai Andrew berkategori 5 (paling mematikan) menyerang dan memporakporandakan Florida, tidak ada satupun batu itu yang bergeser dari posisinya. Di dalam area Coral castle juga ada menara dua lantai yang masing-masing terdiri dari batu-batu setinggi 2,4 meter yang disusun menjadi menjadi tempat tinggal Edward. Total berat menara ini adalah 243 ton. Menara ini diisi dengan teleskop buatan, obelisk, air mancur, kolam, perabot dan patung-patung objek-objek astronomi dan sebuah singgasana kerajaan.

Yang paling canggih adalah Gerbang Coral Gate. Disusun dengan 4 batu dengan pintu seberat 8,2 ton, sebatang besi dan gigi (bearing) truk. Pintu ini bisa digerakkan oleh tenaga seorang anak kecil sekalipun. Pintu ini mengalami kerusakan pada tahun 1986 dan diperbaiki beberapa insiyur.  Butuh  orang dewasa dan sebuah derek seberat 50 ton untuk memindahkan pintu batu itu. Hebatnya, mereka menemukan gerbang itu memiliki sebuah lubang yang sempurna tempat batang besi sebagai penyangga. Menurut para insiyur itu, Edward membuat lubang berdiameter 8 kaki di sisi batu bagian atas menembus sisi bawah batu. Lalu ia memasukkan batangan besi ke dalam lubang itu dan menyangga bagian bawah gerbang dengan bearing truk. Yang luar biasa adalah, ia membuat lubang tersebut hanya dengan menggunakan peralatan tangan sederhana.

Berbagai dugaan dilontarkan terkait struktur bangunan luar biasa buatan Edward ini. Hingga kematiannya, tak ada seorang pun yang mengetahui pasti cara-cara Edward menyeimbangkan batu-batu besar ini. Ada yang menduga Edward telah menemukan rahasia di balik batu-batu Stonehenge dan piramida, namun mereka tak yakin akan hal ini. Jawaban dari Ed tetap sama,” tidak terlalu sulit jika tahu caranya.”

the Lift

David Hatcher Childress, penulis buku Anti Gravity and The World Grid, memiliki teori yang menarik. Menurutnya wilayah Florida Selatan yang menjadi lokasi Coral Castle memiliki diamagnetik kuat yang bisa membuat sebuah objek melayang. Florida selatan masih dianggap sebagai bagian dari segitiga bermuda. David percaya bahwa Edward Leedskalnin menggunakan prinsip diamagnetik jaring bumi yang memampukannya mengangkat batu besar dengan menggunakan pusat massa. David juga merujuk pada buku catatan Edward yang ditemukan yang memang menunjukkan adanya skema-skema magnetik dan eksperimen listrik di dalamnya. Walaupun pernyataan David berbau sains, namun prinsip-prinsip esoterik masih terlihat jelas di dalamnya. Penulis Ray Stoner mendukung teori ini. Ia bahkan percaya kalau Edward memindahkan Coral Castle ke Homestead karena ia menyadari adanya kesalahan perhitungan matematika dalam penentuan lokasi Coral Castle.

Website resmi Coral Castle menulis “Jika ada yang bertanya kepada Ed bagaimana caranya ia memindahkan batu-batu Coral itu, maka Ed akan menjawab bahwa ia mengerti hukum berat dan daya ungkit.” Dari foto yang berhasil diambil pada waktu Edward mengerjakan Coral Castle menunjukkan bahwa ia menggunakan cara yang sama yang digunakan oleh para pekerja modern, yaitu menggunakan prinsip yang disebut block and tackle. Jika kalian melihat foto di bawah ini, kalian mungkin akan mengerti maksud Block and Tackle.

Block and tackle

Desember 1951, Ed menaruh sebuah papan bertulisan “Pergi ke Rumah Sakit” di depan gerbang Carol Castle. Dan 3 hari kemudian Ed meninggal di usianya yang ke 64 karena kanker perut.

Edward Leedskalnin

Ed dan alat kerjanya

Hasil karya Edward leedskalnin merupakan masterpiece sempurna abad 20 yang jika kita melihat latar belakang pembuatan bangunan arsitektur ini memang didasarkan oleh kekuatan cinta Ed pada Agnes maka Coral Castle boleh kita samakan dengan dasar kekuatan cinta yang membangun Taj  Mahal. Ed yang misterius dan hasil karyanya hingga kini tetap menjadi bangunan misterius yang indah.

Posted Juni 10, 2010 by dani chiaputra in baca aja, berita, foto

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: