Ternyata Einstein dan Newton autis   1 comment

Newton

Menurut para ahli dan peneliti dari Universitas Cambridge dan Oxford kedua ilmuwan ini menderita syndrom Aspeger dan kemungkinan autis. Oran g-orang pengidap syndrome ini kebanyakan eksentrik, kurang akan ketrampilan sosial, bermasalah dengan komunikasi dan terobsesi dengan topik yang kompleks.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Einstein, yang dikreditkan dengan mengembangkan teori relativitas, dan Newton, yang menemukan hukum gravitasi, memiliki sifat-sifat ini dalam tingkat yang bervariasi. Menurut para peneliti, Einstein menunjukkan tanda-tanda Asperger dari usia muda. Sebagai anak, ia adalah seorang penyendiri dan sering mengulang kalimat secara obsesif sampai ia berusia tujuh tahun. Dia juga dosen terkenal membingungkan. Kemudian dalam hidupnya , ilmuwan kelahiran Jerman akrab dengan teman-teman, banyak affair dan berbicara tentang isu-isu politik.

Namun para peneliti ini bersikeras kalau Einstein menunjukkan tanda-tanda memiliki sindrom Asperger. “Memiliki hasrat, jatuh cinta dan memegang teguh keadilan, semuanya cocok dan sempurna dengan kondisi sindrom Asperger,”kata Profesor Simon Baron-Cohen dari Cambridge, salah satu dari mereka yang terlibat dalam studi ini kepada majalah New Scientist. “Apa yang kebanyakan dari orang-orang dengan sindrom Asperger lakukan adalah mengobrol santai. Mereka tidak dapat melakukan pembicaraan ringan.”

Para peneliti percaya bahwa Newton menampilkan tanda-tanda klasik dari kondisi ini. Dia tak banyak bicara, begitu asyik dalam karyanya bahwa ia sering lupa makan dan suam-suam kuku atau menunjukkan temperamen buruk kepada temannya. Pada usia 50, ia mengalami gangguan saraf akibat depresi dan paranoia. Namun yang lain percaya, sifat-sifat ini dapat dikaitkan pada kedua orang berintelejensi tinggi ini.

“Satu hal yang menjadi gambaran sang jenius adalah bahwa mereka memiliki ke-tidak layakan secara sosial dan tak jauh dari autistik'”kata Dr Glen Elliott, seorang psikiater di University of California di San Francisco. “Tidak sabar dengan kelambanan intelektual orang lain, narsisme dan semangat dalam misi seseorang dalam hidup dapat menjadi kombinasi dalam membuat mereka terisolasi dan kesulitan.” Dr Glen juga mengatakan bahwa Einstein termasuk orang yang memiliki rasa humor yang baik, sifat yang tidak dimiliki oleh orang yang mengidap sindrom Asperger akut.

Profesor Baron Cohen mengatakan bahwa dengan temuan ini, dapat menyarankan kepada orang yang memiliki sindrom ini juga memiliki kelebihan jika mereka dapat menemukan celah dalam hidupnya. Kondisi ini juga bisa membuat orang depresi atau ingin bunuh diri, jadi amatlah berharga jika kita dapat membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi mereka.

Posted Juni 10, 2010 by dani chiaputra in baca aja, berita

One response to “Ternyata Einstein dan Newton autis

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ahahahah, pantes aja pint6er

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: