Rochom P’ngieng ‘Tarzan Wanita’ dari Kamboja   Leave a comment

Rochom dan ibunya

P’ngieng dijuluki “perempuan hutan” ketika muncul pada Februari 2007, tidak bisa berbicara dan menolak berpakaian. Ayahnya mengatakan P’ngieng pernah dibawa ke rumah sakit setelah menolak makan selama berbulan-bulan. Yang jadi soal, putrinya itu terus berupaya untuk kembali ke hutan. “Kondisinya terlihat memburuh dibanding ketika pertama kali kami bawa dari hutan. Dia selalu ingin melepas pakaian dan bergerak ke hutan,” kata Sal Lou, ayah perempuan itu.
Telegraph edisi 28 Mei 2010 mencatat bahwa, meski tanpa tes DNA, Lou mempercayai bahwa perempuan itu adalah putri kandungnya dan mengajak putrinya pulang ke rumah. Dia bisa mengenali Rochom dari luka di lengan Rochom. Dia pun tetap yakin meski banyak ahli setempat yang sulit mempercayai gadis 8 tahun mampu hidup di tengah hutan lebat di perbatasan dengan Vietnam dan Laos selama 18 tahun!
Sejak ditemukan itu, Rochom diajari berbagai ketrampilan peradaban, seperti berbicara, menggunakan pakaian, dan sebagainya. Rochom sempat dirawat di rumah sakit. Namun, keluarga segera membawanya pulang ke rumah karena Rochom tak henti meronta dan berteriak.

Rochom P’ngieng menghilang pada 1989 ketika berumur delapan tahun ketika menggembala      kerbau air di Provinsi Ratanakkiri yang berbatasan dengan Vietnam, timur laut ibu kota Phnom Penh. Namun Rochom tak pernah kembali hingga bertahun-tahun. Kedua orang tuanya pun sudah pasrah dan menganggap Rochom telah pergi selamanya. Namun pada Februari 2007, P’ngieng muncul dari hutan dalam kondisi telanjang dan kotor. Dia duduk membungkuk seperti seekor monyet dan ditangkap karena mencoba mencuri di sebuah pertanian. Ketika itu dia tengah mencari makanan di hutan dan hanya dapat mengucapkan kata-kata yang tidak dapat dipahami. Sal Lou menggambarkan suara yang dikeluarkan P’ngieng seperti bunyi binatang.

Setelah mencoba beberapa tahun tinggal di peradaban, Rochom tak tahan. Meski ayahnya mengaku ada kemajuan dialami anaknya, namun Rochom kembali ke kehidupan liarnya. “Dia pasti pergi ke hutan,” kata Lou. Hingga saat terakhir keberadaannya di rumah pun Rochom tak mau berpakaian dan hanya mampu mengeluarkan bunyi-bunyi seperti binatang. Kelakuannya tetap mirip seekor monyet.

Di desa itu, kepercayaan mistis masih kuat dipegang warga. Ayahnya percaya kepergian Rochom karena ulah penunggu hutan. Lou pun pergi ke dukun untuk membantu mencari putrinya kembali. Lou bahkan menabung agar bisa membeli sesaji untuk penunggu hutan seperti lembu jantan, babi, ayam dan arak. Menurut sang dukun, sesaji ini menjamin putrinya kembali ke rumah.

Posted Juni 11, 2010 by dani chiaputra in baca aja, berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: