Menyingkap Panen Organ Praktisi Falun Gong di China   Leave a comment

situs investigasi resmi
video terkait

Buku Bloody Harvest

Buku “Bloody Harvest: The Killing of Falun Gong for their organ” adalah penjelasan yang sangat teliti tentang peristiwa yang benar-benar terjadi yang isinya seperti cerita horor Stephen King. Buku ini diluncurkan 15 November 2009 di Women’s Art Association Galeri, 23 Prince Arthur Ave., Toronto, Kanada. Pada bulan Mei 2006, penulis buku David Matas dan David Kilgour menerima surat dari Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (CIPFG) meminta mereka untuk menyelidiki dugaan bahwa praktisi Falun Gong yang dipenjarakan dijadikan pasokan organ-organ vital bagi industri pariwisata transplantasi di China.

Hasil investigasi mereka adalah laporan awal yang dirilis pada Juli 2006. Laporan kedua, dengan konfirmasi baru, dirilis pada Januari 2007. Keduanya dipublikasikan lewat Internet. Laporan ini kemudian disusun David Mayas dan David Kilgour menjadi buku Bloody Harvest. Tanpa adanya saksi mata dan tidak bisa masuk ke China, penulis membuktikan secara independent dari sumber bukti dan penalaran model deduktif untuk menyimpulkan bahwa dugaan-dugaan itu memang benar.

Praktisi Falun Dafa

Ketua komite CIPFG Ansley Clive mengatakan dia senang dengan dikeluarkannya buku “Bloody Harvest” dan berharap buku itu “memicu perdebatan publik lebih banyak daripada yang sudah terjadi sekarang.” Dia mengatakan pers arus utama “tidak bisa dimaafkan karena telah melalaikan tugasnya” dengan tidak melaporkan pengambilan organ ilegal dari praktisi Falun Gong di China. “Kebijaksanaannya ada di sana, orang-orang di media tahu itu, tetapi mereka hampir tidak melakukan apa-apa untuk mempublikasikannya, yang berarti bahwa persentase yang sangat signifikan dari penduduk terutama di Amerika Utara tetap tidak menyadari fakta bahwa pada dasarnya kita sedang menyaksikan bencana tersebut.”

Dimulai dengan pengetahuan bahwa tahun 1999 – tahun di mana jumlah transplantasi organ yang dilakukan di China mulai meningkat secara dramatis – adalah tahun yang sama penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai, penulis menemukan berbagai fakta-fakta pendukung yang menjelaskan mengapa panen organ yang menjijikkan itu dimulai dan bagaimana itu dilakukan. Beberapa dari faktor-faktor itu diuraikan dalam buku meliputi:
* Tidak ada sistem untuk donasi sukarela di China, dan keengganan masyarakat untuk ke dokter karena donor organ jarang tersedia.
* Banyak kesaksian dari para tahanan Falun Gong yang sebelumnya melukiskan panjang lebar bagaimana mereka diperiksa dan diuji darahnya secara rutin sementara narapidana kriminal biasa tidak.
* Pengakuan dari orang-orang yang bepergian ke China untuk menerima transplantasi dan mustahil menunggu dalam waktu singkat untuk tersedianya organ yang cocok.
* Situs web mengiklankan donor organ hidup yang fungsi ginjalnya diverifikasi sebelum operasi.
* Transplantasi dalam jumlah besar yang dilakukan setiap tahun tidak dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan tahanan yang dieksekusi atau pasien mati otak.

David Matas

Keterlibatan dokter dan rumah sakit militer dalam perdagangan organ tubuh manusia ditambah dengan penindasan secara sistematis terhadap pengikut Falun Gong mengakibatkan terjadinya transplantasi organ dalam jumlah besar tanpa ada catatan tentang sumber donor. Namun kedua penulis pesimis.”Jika sumber semua transplantasi organ bisa dilacak, apakah dari donor yang bersedia atau tahanan yang dieksekusi, kemudian tuduhan mengenai Falun Gong akan dibantah. Tapi sepertinya mustahil untuk melacak.”

Proses penelitian itu tidaklah mudah. Meskipun banyak orang yang sadar bahwa penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di China dimulai pada tahun 1999, tak ada yang tahu pasti bahwa perampasan organ benar-benar digunakan sebagai metode penganiayaan. “Dasar ceritanya sangat sulit untuk menilai ini sebagai salah satu cara atau cara yang lain,” kata Matas, yang juga penasihat hukum senior untuk B’nai Brith Kanada dan anggota Orde Kanada. “Karena apa yang kami ceritakan dalam buku ini adalah para korban dibunuh dan mayat mereka dikremasi … Tak akan ada catatan apapun dalam catatan rumah sakit China, sehingga bukti-bukti ini tidak akan tersedia bagi kita ataupun bagi peneliti lain. Adegan kejahatan dan ruang operasi di rumah sakit dibersihkan setelah operasi, sehingga tidak ada TKP. ”

David Kilgour

Meskipun mereka tidak percaya pada “kenyataan terburuk dalam sejarah umat manusia,” seperti yang ditulis Matas dalam bukunya, Matas dan rekannya David Kilgour mantan menteri kabinet dan jaksa Agung Kanada, memulai penelitian independen pada tahun 2001 sebagai relawan di waktu senggang. Mereka melakukan penelitian dalam kasus perampasan organ yang ternyata benar-benar terjadi di sisi lain belahan bumi ini. Diantara banyak metode penelitian yang mereka gunakan, mereka memiliki penelepon yang menelepon langsung ke rumah sakit di seluruh China dan berpura-pura menjadi keluarga pasien yang membutuhkan transplantasi organ. “Banyak yang menutup telepon kami dan kami juga mendapat penolakan,” kata Matas. Tapi beberapa rumah sakit mengakui bahwa mereka memiliki organ dari praktisi Falun Gong untuk dijual.

Bukti-bukti lainnya adalah pengujian darah terhadap praktisi Falun Gong yang dipenjara. “Jelas kami tidak mewawancarai orang yang organnya telah diambil,” kata Matas. “Tapi kami mewawancarai orang-orang yang keluar dari penjara. Mereka mengatakan kepada kami bahwa praktisi Falun Gong yang di penjara, diuji darahnya secara sistematis dan organ mereka diperiksa, sedangkan orang yang bukan praktisi Falun Gong sama sekali tidak mendapat perlakuan seperti itu. Kami mendengar kesaksian ini dari kedua pihak, baik itu dari praktisi Falun Gong ataupun non-praktisi Falun Gong.” Matas menambahkan,”Bukti tidak resmi, yang kemudian menjadi penjelasan resmi adalah bahwa organ berasal dari tahanan hukuman mati,” katanya. Namun, jumlah angka eksekusi mati di China menurut Amnesty International adalah jauh di bawah jumlah transplantasi. 10.000 per tahun menurut Matas. Bahkan setelah pemerintah China mengubah sistem hukuman mati-nya, hal ini membuat hukuman mati di China kecil kemungkinannya, namun jumlah transplantasi tetap konstan.

Secara statistik, China merupakan pusat transplantasi terkemuka di dunia setelah Amerika Serikat dalam hal volume. Namun ini sangat tidak wajar karena China tidak memiliki sistem donasi hingga tahun lalu.

Setelah menerbitkan beberapa laporan yang komprehensif pada tahun-tahun sebelumnya, Matas mengatakan bahwa buku baru mereka, “Bloody Harvest,” memasukkan semua informasi update sejak tahun 2006 yang ditambahkan ke dalam isi laporan asli. “Seluruh Lingkungan telah berubah, jadi kita harus berhubungan dengan lingkungan baru,” kata Matas. Sejak penerbitan laporan pertama mereka, Matas dan Kilgour telah diundang ke 80 kota di 40 negara guna mempresentasikan penelitian mereka, sambil mengumpulkan bukti lebih banyak dalam perjalanan.

Salah seorang audiens book tour itu, Edward, pria ini yang baru saja pindah dari Texas ke Vancouver untuk belajar, memberikan pendapatnya, “Orang-orang di seluruh dunia dalam lembaga-lembaga akademis serta masyarakat, mahasiswa, organisasi hak asasi manusia akan marah mendengar ini. Ini adalah sesuatu tragedi yang menyedihkan bagi setiap umat manusia yang mempunyai perasaan saling terhubung satu sama lainnya … Pertanyaannya adalah bagaimana mengungkap ini keluar dan membangkitkan kesadaran akan tragedi ini”

Audien lain bernama Jim juga memberikan komentar. Jim adalah seorang semi pensiunan peneliti dan guru yang awalnya berasal dari China,”Saya tidak terkejut seperti orang lain, karena saya secara politik sadar… dan karena saya tinggal di China selama bertahun-tahun. Bahkan beberapa tokoh terkenal China di Vancouver, mereka masih berpikir setengah-setengah, bahwa PKC melakukan sesuatu yang baik bagi China, tapi saya pikir mereka telah dibohongi. … Partai Komunis China telah menyebarkan propaganda kebohongan selama bertahun-tahun.”

Sumber:Erabaru.net

Posted Juni 14, 2010 by dani chiaputra in baca aja, berita, foto, wisata

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: