Babak 2 Fase grup: 3 Tim Asia vs 3 Calon Juara Dunia   Leave a comment

Korea Selatan

Aksi membanggakan tim-tim dari Asia di Piala Dunia kali  ini dimulai dari tim Korea Selatan. Dengan bermaterikan pasukan yang tak jauh berbeda dari skuad Piala Dunia, tim ini berhasil menundukkan eks Juara Eropa Yunani dengan catatan tanpa kebobolan. Sebuah prestasi yang sulit dicapai tim Asia manapun. Permainan energik dan tanpa kompromi dimulai sejak wasit Michael Hester meniup pluit tanda laga dimulai. Kesan yang didapat adalah lambannya skuad Yunani mengantisipasi bola-bola umpan Korsel yang menusuk dari sisi kiri gawang. Begitu pula serangan balik yang dilancarkan Charisteas dkk sangat tumpul. Gerakan sayap pemain Cha Du-ri selalu berhasil lolos meski tidak menghasilkan gol menunjukkan semangat tim. Ksatria Taeguk akhirnya memimpin laga melalui sundulan Lee Jung-soo menangkap umpan tendangan sudut. Kisah pasukan ini menutup kemenangan dilakukan oleh si Kaki Rata Park Ji-sung lewat sebuah blunder pemain Yunani, dia menyambut bola salah umpan dan melakukan one man show dengan melewati hadangan dua bek Yunani dan akhirnya berhasil mengecoh kiper Yunani dengan sontekan ke arah kiri gawang lawan.

Jepang

Di grup lain, Jepang yang tak dijagokan sedikitpun untuk memenangi laga awal karena menghadapi Singa Afrika Kamerun, membalikkan prediksi. Nampak jelas perubahan permainan dan taktik Samurai Biru dibanding penampilan mereka pada Piala Dunia sebelumnya. Gerakan cepat dan dinamis pasukan Takeshi Okada mampu mengimbangi permainan ofensif Eto’o dkk. Kedua saling menyerang sepanjang pertandingan, meski penguasaan bola Kamerun sedikit lebih baik dari Jepang.  Jepang tak mau kalah, umpan-umpan silang terukur terus mengancam gawang Suleymanou Hamidou. Dan skor pun pecah pada menit ke 38 lewat umpan terukur dari sayap kanan berhasil dimanfaatkan 100% menjadi gol oleh Keisuke Honda. 1-0. Dan ini adalah sejarah bagi tim Biru dari negeri Matahari Terbit di Piala Dunia. Mereka menang dengan permainan ciamik dan ofensif, menunjukkan sebuah kekuatan baru Asia mampu meladeni kehebatan pemain Afrika yang terkenal keras dan cepat. Jepang pun mengikuti jejak tetangganya Korsel memenangi laga babak I putaran pertama grup.

Korea Utara

Di grup G, Brasil yang sudah menyatakan meninggalkan permainan indah Jogo Bonito nya demi sebuah kemenangan dan hasrat menjadi Juara Dunia kali ini mendapat perlawanan superketat dari tim misterius berjuluk Chollima, Korea Utara. Nampak keputusasaan Kaka dan Robinho di pertengahan babak pertama membongkar pertahanan dan kelincahan tim Korut. Beberapa tendangan spekulasi yang mengarah jauh dari gawang dilakukan pemain-pemain Brasil menunjukkan taktik Samba seperti mati kutu menghadapai 10 pemain Korut yang berkumpul di depan kotak penalti. Babak pertama saja sudah membuat mereka buntu dan kelelahan. Serangan balik cepat yang sesekali dilakukan pemain Korut juga cukup merepotkan, memang tak ada peluang berarti tercipta, namun Brasil waspada karena skor masih 0-0. Baru pada babak II, berjalan 10 menit adalah Maicon yang memanfaatkan umpan terobosan dari Elano, langsung melepaskan tembakan melengkung jarak dekat dengan sudut yang sangat sempit yang tidak mampu dibaca kiper Ru Myong-guk berhasil menembus jala Korut. Hasil jerih payah dari kesabaran tim Samba menaklukkan tim Asia Timur berbuah gol ke dua Brasil 16 menit kemudian. Tendangan mendatar Elano tak bisa ditangkap kiper Ru. Brasil pun mengendorkan serbuan mereka. Skor tidak bertahan hingga akhir pertandingan. Kelemahan lini belakang Brasil yang selama ini diisukan memang lemah terbukti pada menit ke 88. Ji Yun-nam berhasil menggiring bola sendirian dikawal dua bek Brasil ke depan gawang Julio Cesar dan melepaskan tembakan. Korut 1 Brasil 2!! Ya, tim ini belum habis. Kekalahan tipis dan keberhasilan memasukkan gol ke gawang yang dikawal kiper terbaik dunia, Julio Cesar adalah bukti awal tim ini akan mampu menandingi kehebatan senior-senior mereka di tahun 1966.

Hasrat dan Perjuangan

Wakil-wakil dari Asia memberi sinyal kepada 3 tim dari 3 benua bawah mereka harus diperhitungkan sebagai kuda hitam. Permainan cepat dan taktik meladeni tim hebat adalah sebuah keberhasilan dari kerja keras bertahun-tahun. Tidak ada piala dunia sebaik ini bagi wakil tim-tim Asia. Memulai laga perdana dengan kemenangan dan penampilan tak kenal lelah. Laga selanjutnya akan menjadi penentu bagi mereka untuk mengirimkan wakil Asia ke babak knock out dan melangkah lebih jauh. Kelemahan sebagai tim bertubuh mini dibanding kontestan lain tidak lagi jadi tolok ukur.

Babak II fase grup

Babak II fase grup akan jauh lebih sulit. Korsel bertemu Messi dkk tanggal 17 besok. Jepang akan menghadapi tim yang lebih-lebih ofensif dari Kamerun, Belanda tanggal 19 Juni. Terakhir Korut akan menghadapi musuh bebuyutan yang menyingkirkan mereka di tahun 1966, Portugal. Tiga tim Asia menghadapi 3 calon Juara Dunia 2010 di babak ini. Tentu tak akan mudah bagi Argentina, Belanda dan Portugal menghadapi wakil Asia kali ini. Jaminan laga seru dan penuh aksi sudah dibuktikan mereka pada partai perdana kemarin.

Dani C

Posted Juni 16, 2010 by dani chiaputra in baca aja, berita, foto, piala dunia 2010

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: